Search
  • Silot

Perbankan di Masa “Normal yang Baru”


Efisiensi, merupakan kata kunci penting bagi perbankan di masa “normal yang baru” saat ini. Mengapa? Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio pengeluaran operasional di sektor perbankan Indonesia cukup tinggi. Angka di Januari 2020 menempatkan rasio di hampir 83,5 persen, hanya menurun sedikit dari 87,9 persen tahun sebelumnya. Data ini menyimpulkan jika perbankan merupakan sektor dengan dengan biaya overhead sangat tinggi. Efisiensi menjadi keharusan mengingat rasio pasca-pandemi harus jauh lebih rendah karena COVID-19 telah menghapus semua kebutuhan “ekstra” setiap orang seperti perjalanan bisnis, lembur, promosi, dan hiburan.

Dengan demikian uang yang tersimpan di bank selama pandemi, dikombinasikan dengan keuntungan yang diperoleh, dapat menempatkan bank pada pijakan yang lebih kuat dalam menghadapi kredit macet dan penurunan besar dalam permintaan kredit dari nasabah, UMKM dan pedagang grosir. Data bank sentral menunjukkan ketika pandemi dimulai pada awal Q2 dimana permintaan telah turun menjadi hampir 25 persen, sedangkan permintaan kredit Q1 2020 masih cukup sehat di angka 70,6 persen.

Sama seperti setiap sektor lainnya, COVID-19 telah memaksa semua bank ke titik bertahan hidup. Bagi perbankan, ini bermakna memangkas biaya berlebih dari beban operasional dan berpikir keras untuk melayani nasabah dengan cara yang lebih efisien dan inovatif atau dengan kata lain “secara online”.

Sudah bisa dipastikan, setiap bank besar di Indonesia memiliki aplikasi mobile banking dan menjadikan pemasaran digital sebagai bagian dari pengeluaran rutin. Namun situasi pandemi telah memaksa semua bank untuk melakukan upaya ekstra lebih dari sekadar online. Apalagi sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah, bank-bank besar lebih memungkinkan untuk membuka rekening baru secara online dan menawarkan banyak layanan baru, seperti transaksi tanpa uang tunai, promo platform e-commerce, bahkan kemampuan untuk melakukan donasi tunai. Tak hanya itu, dengan sistem shift-work dan bekerja dari rumah, hampir semua bank harus lebih mengandalkan IT untuk membuat operasional internal mulus dan berjalan lebih lancar.

Tidak bermaksud mencuri start, namun semua upaya “secara online” ini telah dimulai Silot, bahkan sejak 2 tahun yang lalu. Faktanya, mencari cara bagi bank untuk mengatasi inefisiensi, mengurangi biaya operasional dan memberikan layanan lebih banyak untuk nasabah secara online menjadi alasan utama Silot masuk ke arena fintech pada 2018.

CEO Silot, Andy Li mengatakan “infrastruktur perbankan yang ada tidak sejalan dengan perilaku nasabah yang berkembang dan telah menciptakan rasa puas diri dan redundansi dalam industri ini." Infrastruktur yang ada yang dimaksud Li mengacu pada metode pembayaran tunai dan kartu kredit yang teratur, sementara pasar nasabah Indonesia yang besar menuntut opsi pembayaran online.

Melihat peluang ini, Silot membangun mesin pembayaran digital baru yang dapat disematkan ke infrastruktur bank yang ada. Karena mesin pembayaran baru ini membutuhkan transaksi kode QR, ini menciptakan titik masuk bagi bank komersial untuk menerima pembayaran elektronik.

Masalah utama infrastruktur bank saat ini yang diidentifikasi Silot adalah berbagai fungsi dan kumpulan informasi terkurung dalam “silo” (seperti tangan kanan tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kiri), serta mekanisme ergo, yakni inefisiensi dan biaya operasional yang tinggi.

Dengan bermitra dengan bank yang mengenali masalah utama ini, Silot telah dapat memecah silo dan menyederhanakan proses untuk onboarding, penjaminan dan pengelolaan keamanan. Apa keuntungannya? Bank dapat melihat proses-proses yang disederhanakan ini melalui satu platform, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan lebih banyak nasabah dalam sektor UMKM dan memfasilitasi kebutuhan mereka akan pembayaran elektronik. Di sisi nasabah, UMKM yang selama ini kurang terlayani oleh bank komersial sekarang dapat mengajukan pinjaman, melakukan pembayaran elektronik dan melacak keuangan mereka melalui aplikasi ponsel pintar.

Silot menjadi unik di ruang fintech Indonesia karena menggunakan teknologi untuk membantu bank dan lembaga pembiayaan non-bank membuat keputusan lebih cepat untuk membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Ini adalah win-win solution untuk bank dan UMKM karena tak hanya memberikan peluang untuk pertumbuhan, namun juga kemampuan untuk menawarkan dan menerima pinjaman yang kredibel dan layanan perbankan secara “jarak jauh” menjadi pilihan yang menarik karena Indonesia akhirnya beralih ke masa "normal yang baru".


1 view
Produk
Perusahaan
2019-2020 © PT. Silot Technology Indonesia
038_001_facebook_social_network_android_