Search
  • Silot

UKM: Tulang Punggung Perekonomian Indonesia (2/3)


UKM menjadi salah satu alasan terkuat kenapa angka pertumbuhan perekonomian Indonesia mampu bertahan di kisaran 5 persen selama satu dekade lebih. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa per Desember 2018 kontribusi sektor UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 60 persen dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Sektor UKM-lah yang mampu menyanggah pertumbuhan ekonomi Indonesia saat perekonomian global dilanda krisis pada tahun 1998 dan 2009. Menurut INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) kedua krisis global tersebut tidak begitu berdampak pada sektor UKM karena tidak tersentuh sektor keuangan, dan bahkan kesulitan mendapatkan pembiayaan. Beberapa industri memang dibuat terpuruk oleh kedua krisis terdahulu, namun sektor UKM justru berjaya. Lain cerita dengan pandemi COVID-19 sekarang ini: UKM justru menjadi sektor yang paling terpuruk. (BBC Indonesia, 18 Maret, 2020)

Untuk bantu meredam dampak pandemi COVID-19 pada perekonomian nasional, pemerintah Indonesia menyiapkan paket stimulus senilai 2 trillion rupiah dimana sebagian akan digunakan untuk memperkuat jaringan pengaman sosial dan sembako bagi keluarga miskin. Paket stimlus ini juga akan membantu UKM yang memiliki pinjaman dengan nilai maksimum 10 milyar rupiah, dan sektor perbankan telah diinstruksikan untuk:

· Menentukan UKM yang terkena dampak COVID-19 dan berhak mendapatkan relaksasi kredit

· Menentukan debitur yang berhak mendapatkan relaksasi kredit

· Menentukan debitur yang berhak mendapatkan restrukturisasi pembayaran pokok, bunga pinjaman atau keduanya

· Memberi peringkat kredit tertinggi bagi debitur yang mendapatkan relaksasi kredit

Di tingkat makro, UKM merupakan sektor yang paling banyak berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja. Presiden Joko Widodo sangat menyadari kekuatan sektor UKM, dan selama lima tahun terakhir telah mengalokasi 34 trilyun rupiah untuk memberi bantuan pendanaan kepada UKM melalui program Kredit Usaha Rakyat. Puluhan perusahaan fintech P2P (peer to peer) atau pinjaman online mengandalkan teknologi seluler untuk mengucurkan trilyunan rupiah dalam bentuk pinjaman mikro kepada UKM.

Pemerintah maupun swasta menaruh perhatian besar pada sektor UKM, namun secara riil penghasilan sebagian besar UKM hanya cukup untuk menutup biaya operasional. Presiden Jokowi memvisikan sektor ini bisa “naik kelas” jika inklusi keuangan tidak lagi menjadi masalah dan para pelaku UKM pun mampu memperbaiki tata kelolanya, mengandalkan teknologi online dan merambah pasar ekspor.

Di blog berikutnya, kami akan membahas bagaimana sektor UKM bisa “naik kelas” dan bagaimana Silot turut membantu sektor perbankan dan lembaga keuangan melayani para pelaku UKM.

0 views
Produk
Perusahaan
2019-2020 © PT. Silot Technology Indonesia
038_001_facebook_social_network_android_