My Items

I'm a title. ​Click here to edit me.

Berita Silot

Berita Terkini
  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Pandemi memaksa semua bentuk usaha dan lembaga untuk berinovasi. Perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan dan bahkan tumbuh di tengah kondisi tertib protokol COVID 19 cepat mengadopsi teknologi baru. Teknologi ini antara lain memungkinkan bank untuk melakukan onboarding (orientasi atau penyesuaian) bagi nasabah baru atau perusahaan meng-onboarding karyawan baru. Proses onboarding nasabah atau karyawan baru biasanya memakan waktu cukup lama karena harus beberapa kali tatap muka. Namun teknologi onboarding telah membuat proses ini lebih singkat karena dipindahkan ke ranah virtual. Onboarding melalui laptop atau smartphone menjadi lebih sederhana karena mengurangi jumlah personil dan sistem yang terlibat proses onboarding. Fase pre-boarding khususnya menjadi lebih singkat karena calon nasabah atau karyawan bisa mengisi data pribadi secara online. Silot adalah pemain langka dalam sektor fintech karena fokus pada pengembangan teknologi yang bertujuan membuka akses keuangan dan membuat proses-proses dalam industri perbankan lebih simpel. Salah satu teknologi andalan Silot ada rapid onboarding cloud (ROC) yang menyingkat waktu onboarding bagi nasabah baru. Awalnya teknologi ini dikembangkan untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum atau kurang terjamah layanan perbankan. Namun di masa pandemi ini teknologi ROC makin menjadi solusi logis bagi bank-bank yang ingin merangkul merchant UMKM karena, antara lain, dapat memfasilitasi: Pre-boarding atau pengisian data pribadi nasabah baru secara online, sehingga pihak bank sudah memegang data dan mengambil keputusan sebelum nasabah ybs datang ke cabang bank untuk memberi tanda tangan basah Pendaftaran merchant UMKM untuk menerima pembayaran melalui bank: Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Silot yang terkoneksi jaringan ROC, seperti Pak Bos. Silot mereview data yang diajukan merchant UMKM dan kemudian mengirimkan informasi ke mitra bank. Mitra bank memverifikasi data dengan UMKM dengan Dukcapil. Jika benar dan sesuai, maka bank akan menyetujui permohonan merchant UMKM untuk bisa menerima pembayaran dari bank. Pembayaran QRIS untuk transaksi antara nasabah yang merupakan merchant UMKM dengan konsumen Merchant UMKM mengajukan permintaan QRIS melalui aplikasi Silot yang terkoneksi jaringan ROC, seperti Pak Bos Pengajuan diteruskan ke mitra bank, dimana Silot memiliki rekening khusus untuk memfasilitasi pembayaran buat merchant UMKM. Mitra bank memberikan kode QRIS kepada merchant UMKM melalui Silot, dan merchant kini dapat menggunakan QRIS sebagai opsi pembayaran. Konsumen memindai kode QRIS untuk melakukan pembayaran. ROC mengirim info pembayaran ke mitra bank dan kemudian mengirim jumlah pembayaran ke rekening merchant UMKM. Fitur pre-boarding dan onboarding yang ditawarkan ROC Silot juga bermanfaat bagi perusahaan swasta atau organisasi apapun yang tetap tumbuh di tengah pandemi. Pre-boarding dan onboarding yang dilakukan secara online menyingkat waktu orientasi bagi karyawan baru, terutama jika mereka memulai kerja dengan work-from-home. Karena orientasi dilakukan secara virtual, maka seorang karyawan baru bisa lebih cepat terjun ke pekerjaan pokoknya. ROC dan teknologi onboarding online lainnya menjadi sangat relevan di tengah pandemi karena “the show must go on” bagi dunia usaha, meskipun interaksi fisik harus sangat dibatasi. Lepas dari pandemi pun, dunia usaha akan semakin menyadari bahwa teknologi onboarding sangat efektif dalam menghemat komoditas termahal tiap perusahaan: waktu.

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Perlahan roda perekonomian Indonesia berputar kembali di jalur kenormalan baru. Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 nyaris tak pandang bulu membantai berbagai sektor perekonomian. Sektor UMKM, yang semula menjadi tulang punggung perekonomian pada krisis-krisis sebelumnya, secara umum menjadi sektor yang paling merana di bawah tekanan pandemi. Namun nyatanya tak semua UMKM bernasib buruk. Sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, kebutuhan makanan dan minuman di pasar online meningkat 52,6 persen. UMKM kuliner yang cepat tanggap dan cepat beradaptasi berhasil meraup keuntungan dari banyaknya pesanan yang dilayangkan melalui aplikasi online. Bagi pedagang kuliner yang cepat beradaptasi, sekitar 50 hingga 80 persen transaksi terjadi di jalur online. Penjualan online seperti ini bakal jadi bagian dari kenormalan baru, seperti juga mengutamakan pembelian take-away, membatasi jumlah pengunjung, menjaga jarak antara pengunjung, serta mengukur suhu pengunjung. Apapun yang perlu dilakukan pedagang kuliner dalam kondisi “new normal”, satu hal penting yang patut dilakukan untuk memperkuat strategi bisnis adalah memproteksi usaha dari segala risiko. Pialang asuransi PAIB Indonesia, didukung solusi pintar PT Silot Technology Indonesia, kini menawarkan proteksi bagi pedagang kuliner, baik mereka yang memiliki restoran, warung makan maupun kedai. Pedagang kuliner bisa memilih antara polis semua risiko harta benda (all risk) atau polis standar asuransi gempa bumi, dan fokus sepenuhnya pada bisnis tanpa perlu khawatir akan risiko yang sewaktu-waktu bisa menimpa. Dan sesuai ketentuan kenormalan baru yang membatasi interaksi langsung, asuransi bagi pedagang kuliner ini bisa didapatkan secara online. Silakan klik disini untuk melindungi usaha kuliner Anda!

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Efisiensi, merupakan kata kunci penting bagi perbankan di masa “normal yang baru” saat ini. Mengapa? Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio pengeluaran operasional di sektor perbankan Indonesia cukup tinggi. Angka di Januari 2020 menempatkan rasio di hampir 83,5 persen, hanya menurun sedikit dari 87,9 persen tahun sebelumnya. Data ini menyimpulkan jika perbankan merupakan sektor dengan dengan biaya overhead sangat tinggi. Efisiensi menjadi keharusan mengingat rasio pasca-pandemi harus jauh lebih rendah karena COVID-19 telah menghapus semua kebutuhan “ekstra” setiap orang seperti perjalanan bisnis, lembur, promosi, dan hiburan. Dengan demikian uang yang tersimpan di bank selama pandemi, dikombinasikan dengan keuntungan yang diperoleh, dapat menempatkan bank pada pijakan yang lebih kuat dalam menghadapi kredit macet dan penurunan besar dalam permintaan kredit dari nasabah, UMKM dan pedagang grosir. Data bank sentral menunjukkan ketika pandemi dimulai pada awal Q2 dimana permintaan telah turun menjadi hampir 25 persen, sedangkan permintaan kredit Q1 2020 masih cukup sehat di angka 70,6 persen. Sama seperti setiap sektor lainnya, COVID-19 telah memaksa semua bank ke titik bertahan hidup. Bagi perbankan, ini bermakna memangkas biaya berlebih dari beban operasional dan berpikir keras untuk melayani nasabah dengan cara yang lebih efisien dan inovatif atau dengan kata lain “secara online”. Sudah bisa dipastikan, setiap bank besar di Indonesia memiliki aplikasi mobile banking dan menjadikan pemasaran digital sebagai bagian dari pengeluaran rutin. Namun situasi pandemi telah memaksa semua bank untuk melakukan upaya ekstra lebih dari sekadar online. Apalagi sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah, bank-bank besar lebih memungkinkan untuk membuka rekening baru secara online dan menawarkan banyak layanan baru, seperti transaksi tanpa uang tunai, promo platform e-commerce, bahkan kemampuan untuk melakukan donasi tunai. Tak hanya itu, dengan sistem shift-work dan bekerja dari rumah, hampir semua bank harus lebih mengandalkan IT untuk membuat operasional internal mulus dan berjalan lebih lancar. Tidak bermaksud mencuri start, namun semua upaya “secara online” ini telah dimulai Silot, bahkan sejak 2 tahun yang lalu. Faktanya, mencari cara bagi bank untuk mengatasi inefisiensi, mengurangi biaya operasional dan memberikan layanan lebih banyak untuk nasabah secara online menjadi alasan utama Silot masuk ke arena fintech pada 2018. CEO Silot, Andy Li mengatakan “infrastruktur perbankan yang ada tidak sejalan dengan perilaku nasabah yang berkembang dan telah menciptakan rasa puas diri dan redundansi dalam industri ini." Infrastruktur yang ada yang dimaksud Li mengacu pada metode pembayaran tunai dan kartu kredit yang teratur, sementara pasar nasabah Indonesia yang besar menuntut opsi pembayaran online. Melihat peluang ini, Silot membangun mesin pembayaran digital baru yang dapat disematkan ke infrastruktur bank yang ada. Karena mesin pembayaran baru ini membutuhkan transaksi kode QR, ini menciptakan titik masuk bagi bank komersial untuk menerima pembayaran elektronik. Masalah utama infrastruktur bank saat ini yang diidentifikasi Silot adalah berbagai fungsi dan kumpulan informasi terkurung dalam “silo” (seperti tangan kanan tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kiri), serta mekanisme ergo, yakni inefisiensi dan biaya operasional yang tinggi. Dengan bermitra dengan bank yang mengenali masalah utama ini, Silot telah dapat memecah silo dan menyederhanakan proses untuk onboarding, penjaminan dan pengelolaan keamanan. Apa keuntungannya? Bank dapat melihat proses-proses yang disederhanakan ini melalui satu platform, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan lebih banyak nasabah dalam sektor UMKM dan memfasilitasi kebutuhan mereka akan pembayaran elektronik. Di sisi nasabah, UMKM yang selama ini kurang terlayani oleh bank komersial sekarang dapat mengajukan pinjaman, melakukan pembayaran elektronik dan melacak keuangan mereka melalui aplikasi ponsel pintar. Silot menjadi unik di ruang fintech Indonesia karena menggunakan teknologi untuk membantu bank dan lembaga pembiayaan non-bank membuat keputusan lebih cepat untuk membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Ini adalah win-win solution untuk bank dan UMKM karena tak hanya memberikan peluang untuk pertumbuhan, namun juga kemampuan untuk menawarkan dan menerima pinjaman yang kredibel dan layanan perbankan secara “jarak jauh” menjadi pilihan yang menarik karena Indonesia akhirnya beralih ke masa "normal yang baru".

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Southeast Asia’s tech landscape shares so many similarities with China’s of five to ten years ago with its maturing internet infrastructure as well as a swift transition to smart and mobile devices. No wonder a plethora of Chinese companies are flocking to the Southeast Asia market in an attempt to duplicate their domestic success in growing Southeast Asian destinations. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Silot, an ambitious FinTech startup, has just launched in Southeast Asia and bagged a US$800,000 seed round from China’s ZhenFund to get started. It’s the sole investor in this round, and it’s ZhenFund’s first bet in Southeast Asia. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Singapore-headquartered FinTech startup Silot has raised US$800,000 from China’s ZhenFund. Launched earlier this year, Silot develops loyalty exchange programs and regional settlement networks across Southeast Asia and other emerging markets. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Silot Pte. Ltd. a cloud-based TechFin startup based in Singapore, has successfully launched its cutting-edge unified QR code payments platform in Australia and is in active talks to bring it to Singapore and the region. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Unilever announced today that 30 startups will join its Foundry program in Singapore. They were chosen because they operate in sectors that Unilever deems promising for the future. The startups, collectively known as the Unilever Foundry 30 SEAA, will receive mentorship, guidance, and collaboration opportunities from Unilever and its partners. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    As a fast growing FinTech + Artificial Intelligence company, Silot aims to champion the intelligent banking evolution with banks of the world. As “the brain of banks”, Silot helps banks to transform “data” into “knowledge” and “variable AI decisions”, with the leverage of scattered systems into one unified platform. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Silot bagged the Audience Choice Award at Visa’s Everywhere Initiative, an innovation program designed to encourage the next big thing in payments with the industry shift from plastic to digital. A global program currently running in North America, Latin America, Europe, Asia, Middle East and Africa – engaging 40 markets. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Silot has raised 2.87 million USD from Arbor Ventures and Eight Roads Ventures. This funding follows just nine months after its initial seed funding from ZhenFund, which marked the angle investor's first investment in to Southeast Asia. Arbor Ventures is widely regarded as Asia's largest Fintech-focused venture fund. Watch video

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Singapore-headquartered FinTech company Silot has raised some US$2.87 million from investors Arbor Ventures and Eight Roads Ventures with the completion of its pre-series A funding. Silot said this new money will be used mainly to fuel the firm's expansion in Thailand, Malaysia, Hong Kong and other markets in the region. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Said co-founder and managing partner of Arbor Ventures, Wei Hopeman: "The Silot team has strong market knowledge, and the ability to engage and partner with well-known financial institutions through its end-to-end solutions and technological integration. We believe Silot will play a leading role within the fast moving, dynamic development of mobile payments and new technology adoption in South-east Asia, and potentially around the globe." Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    By connecting different data silos, Silot creates a powerful one-stop platform that heightens efficiencies and supports new capabilities. Silot provides a banking platform that enhances innovation and accelerates the growth of financial institutions through a proprietary, benchmark-setting FinTech product. The company derives its name from what it does: connecting different data silos – payments, on-boarding, operations and anti-fraud/anti-money laundering (AF/AML) – with technology, thus improving overall efficiencies and capabilities. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Silot is named one of APAC CIO Outlook's Top 25 Banking Tech Solution Providers of 2018. Leveraging on AI and blockchain, Silot is redefining the future landscape of FinTech by connecting data and function silos, empowering financial institutions to advance to the next generation efficiency and capabilities. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    For decades, functions in banks have been mired in a muddle of silos, resulting in high operational cost and inefficiencies. Silot, a Singapore-headquartered fintech company that sets new standards of commercial data solutions tapping Artificial Intelligence (AI) and blockchain technologies to provide financial institutions with next generation efficiency and capability. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Singapore-based FinTech firm, Silot, seeks to streamline banking operations. To that end, Silot uses artificial intelligence (AI) in an effort to help banks, merchants and consumers to make better predictions, recommendations and decisions. Silot, too, found Singapore as an attractive base. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    The investment arm of financial services company Fidelity International, Eight Roads Ventures, has opened an office in Singapore, where managing partner for Asia, Raj Dugar, will be relocated. Eight Roads Ventures will focus on verticals such as healthcare, consumer and FinTech. It has already made three investments in Southeast Asia: virtual credit card startup Akulaku, pharmaceutical firm  Eywa Pharma and QR-based payments company Silot. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Mastercard, a leading technology company in the global payments industry, recently welcomed 10 startups to its Start Path programme at the Mastercard “Connecting Tomorrow” Forum. The programme brings together a global network of innovators, ranging from startups to banks and merchants, to shape the future of commerce in an agile and accelerated manner. Silot is honored to be one of the 10 that participated. Read more

  • Survival of the Fittest: When a Global Pandemic Breeds SME Innovation 

    Mastercard, a leading technology company in the global payments industry, recently welcomed ten startups to its Start Path program at the Mastercard Connecting Tomorrow Forum in Barcelona as part of its efforts to drive the startup ecosystem. Silot beat more than 1,000 global applicants to become one of the final 10 in the program. Read more

Produk
Perusahaan
2019-2020 © PT. Silot Technology Indonesia
038_001_facebook_social_network_android_